Kapan aku menikah?

| Sabtu, 25 Januari 2014


Ya Allah... kemanakah jodohku?


Saya hanya seorang gadis biasa,  umur saya 23 tahun, 3 bulan lagi berumur 24 tahun.
Usia yang sangat matang untuk menikah,
Banyak yang menyarankan saya untuk menikah baik itu dari teman, keluarga, dan orangtua saya.
Walaupun saya sering mengelak dan berkata, “Ah, pengen menikmati masa muda”, atau “apaan sih”,
Sebenarnya hati kecil saya sangat bersedih. Kenapa saya tidak kunjung menikah? apa aku kurang cantik? apa aku tidak laku?

Ada beberapa sisi yang sukses membuat saya semakin nyinyir, berbahagia, atau semakin tidak peduli.

sisi yang pertama adalah:
1.       Bagi muslimah, menyegerakan menikah itu wajib. Apabila mampu.
2.       Agar tidak menjadi perawan tua, seharusnya menikah.
3.       Agar saat kita memiliki anak, usia kita tidak terlalu tua.
4.       Agar kita menyempurnakan setengah sunnah Rasulullah.
5.       Agar orangtua memiliki cucu. Karena saya anak sulung.
6.       Agar keluarga saya bahagia.

Sedangkan sisi yang kedua adalah:
1.       Menikah tidak satu dua hari, selamanya.
2.       Pada masa depan saya menjadi ibu, mampukah saya?
3.       Menikah membutuhkan dana cukup besar. Bagaimana kuliah adik saya?
4.       Belum disetujui hubungan saya dengan kekasih.
5.       Kekasih saya belum memiliki pekerjaan dengan gaji besar.

Sisi ketiga:
1.       Seorang perempuan harus menurut orangtuanya.
2.       Seorang perempuan tidak harus menuntut orang yang memilihkan.
3.       Seorang perempuan harus mencintai orang yang dia nikahi. Tidak harus menikah dengan orang yang dia cintai.
4.       Kita harus memperhatikan kebahagian keluarga.
5.       Kita harus memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Jadi apa?
Awalnya saya tidak menerima, saya takut, saya harus menikah walaupun dengan kondisi saat ini.  Namun, lambat laun saya mulai sadar. Desakan dan tekanan tidak lain karena orang-orang disekitar saya sangat menyayangi saya. Saya mulai belajar menanggapi mereka dengan senyuman.
Saya mulai belajar untuk tidak iri pada teman saya yang mulai menikah dan memiliki anak.
Saya tidak memilih satu poin pun dari ketiga sisi tersebut.

Memang benar, kita harus menikah agar terhindar dari maksiat. Namun agar tidak tenggelam dalam kepedihan, :) sebaiknya kita tersadar. diluar sana banyak wanita yang sangat menginginkan menikah namun tidak bisa. Bahkan tidak karena faktor umur, lihat saja mereka yang terkena AIDS, mereka yang terkena kanker serviks, kanker sumsum tulang belakang, atau mereka yang kehilangan kehormatan dan mengandung anak yang tak pernah diinginkannya.

Kita harus melihat kedepan, tapi bukankah yang dibelakang tidak kalah pentingnya?

Masih banyak hal-hal lain yang harus kita pikirkan selain, “Kapan ya aku menikah?”, “Kapan aku memiliki anak?”. Menikah memang sunnah Rasul, dan Sunnah beliau amat banyak, sudahkah kita melakukan sebagian darinya? apakah kewajiban kepada Allah sudah kita laksanakan?. benarkah niat kita menikah karena Sunnah ataukah malu dibisik-bisik tetangga?
Kalau kita melakukan hal-hal positif dan selalu dekat dengan-Nya.
Insya Allah, jodoh akan datang pada kita. Dan kita berusaha menerimanya dengan lapang dada, karena siapapun dia, dia adalah anugerah Allah SWT.

Kekuatan ada dalam diri kita, dan itu adalah hadiah dari Allah. Yang mampu menolong kita adalah diri kita sendiri. Percayalah! selalu berdoa dan berusaha. 

Ignore what they say if it hurts you... :D

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2010 Through my Eyes