Ya Allah... kemanakah jodohku?
Saya hanya seorang gadis biasa, umur saya 23 tahun, 3 bulan lagi berumur 24
tahun.
Usia yang sangat matang untuk menikah,
Banyak yang menyarankan saya untuk menikah baik itu dari
teman, keluarga, dan orangtua saya.
Walaupun saya sering mengelak dan berkata, “Ah, pengen
menikmati masa muda”, atau “apaan sih”,
Sebenarnya hati kecil saya sangat bersedih. Kenapa saya
tidak kunjung menikah? apa aku kurang cantik? apa aku tidak laku?
Ada beberapa sisi yang sukses membuat saya semakin nyinyir,
berbahagia, atau semakin tidak peduli.
sisi yang pertama adalah:
1.
Bagi muslimah, menyegerakan
menikah itu wajib. Apabila mampu.
2.
Agar tidak menjadi perawan
tua, seharusnya menikah.
3.
Agar saat kita memiliki
anak, usia kita tidak terlalu tua.
4.
Agar kita menyempurnakan
setengah sunnah Rasulullah.
5.
Agar orangtua memiliki
cucu. Karena saya anak sulung.
6.
Agar keluarga saya bahagia.
Sedangkan sisi yang kedua adalah:
1.
Menikah tidak satu dua
hari, selamanya.
2.
Pada masa depan saya
menjadi ibu, mampukah saya?
3.
Menikah membutuhkan dana
cukup besar. Bagaimana kuliah adik saya?
4.
Belum disetujui hubungan
saya dengan kekasih.
5.
Kekasih saya belum memiliki
pekerjaan dengan gaji besar.
Sisi ketiga:
1.
Seorang perempuan harus
menurut orangtuanya.
2.
Seorang perempuan tidak
harus menuntut orang yang memilihkan.
3.
Seorang perempuan harus
mencintai orang yang dia nikahi. Tidak harus menikah dengan orang yang dia
cintai.
4.
Kita harus memperhatikan
kebahagian keluarga.
5.
Kita harus memilih yang
terbaik dari yang terbaik.
Jadi apa?
Awalnya saya tidak menerima, saya takut, saya harus menikah
walaupun dengan kondisi saat ini. Namun,
lambat laun saya mulai sadar. Desakan dan tekanan tidak lain karena orang-orang
disekitar saya sangat menyayangi saya. Saya mulai belajar menanggapi mereka
dengan senyuman.
Saya mulai belajar untuk tidak iri pada teman saya yang
mulai menikah dan memiliki anak.
Saya tidak memilih satu poin pun dari ketiga sisi tersebut.
Memang benar, kita harus menikah agar terhindar dari maksiat. Namun agar tidak tenggelam dalam kepedihan, :) sebaiknya kita tersadar. diluar sana banyak wanita yang sangat menginginkan menikah namun tidak bisa. Bahkan tidak karena faktor umur, lihat saja mereka yang terkena AIDS, mereka yang terkena kanker serviks, kanker sumsum tulang belakang, atau mereka yang kehilangan kehormatan dan mengandung anak yang tak pernah diinginkannya.
Kita harus melihat kedepan, tapi bukankah yang dibelakang tidak kalah pentingnya?
Masih banyak hal-hal lain yang harus kita pikirkan selain, “Kapan
ya aku menikah?”, “Kapan aku memiliki anak?”. Menikah memang sunnah Rasul, dan Sunnah beliau amat banyak, sudahkah kita melakukan sebagian darinya? apakah kewajiban kepada Allah sudah kita laksanakan?. benarkah niat kita menikah karena Sunnah ataukah malu dibisik-bisik tetangga?
Kalau kita melakukan hal-hal positif dan selalu dekat
dengan-Nya.
Insya Allah, jodoh akan datang pada kita. Dan kita berusaha menerimanya dengan lapang dada, karena siapapun dia, dia adalah
anugerah Allah SWT.
Ignore what they say if it hurts you... :D



0 komentar:
Posting Komentar